Minggu, 29 April 2012

KUNCI KENAIKAN HARGA BBM


Kunci Kenaikan Harga BBM


            Beberapa pekan lalu pemerintah telah menyiapkan akan naiknya harga bahan bakar minyak atau yang biasa kita dengar dengan BBM, namun pada akhirnya pemerintahpun menunda akan kenaikan bahan bakar minyak tersebut, karna kisruhnya dikalangan pejabat-pejabat di DPR yang bekerja dengan lambat dan alot dalam menentukan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak, ditambah banyaknya kontroversi dikalangan massyarakat yang mengakibatkan semua golongan massyarakat turun kejalan seperti buruh, mahasiswa, organisasi keagamaan, ibu-ibu rumah tangga, hingga massyarakat biasa semuanya ingin menyerukan suarannya untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak. Pada dasarnya semua orang tidak menginginkan akan kenaikan harga bahan bakar minyak itu sendiri, karna mengapa jika harga bahan bakar minyak naik maka akan terjadi berbagai permasalahan-permasalahan yang mencekik bagi massyarakat miskin di Indonesia, belum dampak-dampak yang diderita oleh penjual sembako, petani, nelayan, buruh, penjahit, bahkan berdampak pada pengangguran juga.
            Telah kita ketahui beberapa pekan sebelum pemerintah memutuskan akan kenaikan harga bahan bakar subsidi, harga-harga barang dipasar sudah naik terlebih dahulu, bagaimana jika pemerintah benar-benar menaikan harga bahan bakar bersubsidi tersebut ?. Makin banyak saja orang yang tidak bisa makan dan ujung-ujungnya massyarakat juga yang kena. Tapi itu semua jika kita melihat dari sudut pandang yang mengarah pada dampak akan kenaikan harga bahan bakar subsidi.
            Sebelum membahas kunci kenaikan harga bahan bakar minyak penulis terlebih dahulu akan sedikit menyoroti dampak kenaikan bahan bakar minyak dan sidang paripurna yang berjalan dengan sangat lambat dan alot yang terjadi di gedung DPR pada tanggal 30 Maret 2012. Dalam paripurna itu juga akan diputuskan apakah usulan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi disetujui untuk diberlakukan sesuai rencana 1 April 2012.
            Memang benar dengan kenaikan bahan bakar bersubsidi semua sektor perekonomian akan berubah dari segi biaya, Salah satu masalah terbesar yang muncul dari dinaikkannya harga bahan bakar bersubsidi adalah kekhawatiran akan terhambatnya pertumbuhan ekonomi karena dampak kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi akibat komponen biaya yang naik. Inflasi tidak mungkin dihindari karena bahan bakar bersubsidi adalah unsur vital dalam proses produksi dan distribusi barang, tetapi menaikkan harga bahan bakar bersubsidi juga tak bisa dihindari karena beban subsidi membuat negara sulit melakukan investasi bidang lain untuk mendorong tumbuhnya ekonomi. Akibatnya dari segi barang kebutuhan naik, dari segi pakan dan pangan naik, biasanya kenaikan harga bahan bakar bersubsidi ini akan terasa dari segi makanan, minuman dan transfortasi, sudah kita ketahui juga sudah banyak pedagang dipasar yang menaikan harga barang dagangannya yang tentu jelas sangat merugikan dengan ketidak pastian naiknya harga bahan bakar minyak, belum pada transfortasi akan teras pada kenaikan ongkos karna mengklaim bahan bakar bersubsidi sebagai salah satu elemen utama, bahkan terbesar, dalam komponen ongkos produksi dan distribusi.
            "Industri makan-minum membutuhkan bahan bakar minya untuk produksi, distribusi dan bahan baku. Kenaikan bahan bakar minyak setinggi Rp1.500 akan menyebabkan kenaikan harga pangan sedikitnya 5-10%," kata Adhi S Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia, GAPPMI.
            Dampak lain dari kenaikan harga bahan bakar minyak akan berdampak bagi perekonomian khususnya UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) dan lain – lain. yang diantaranya meningkatnya biaya produksi yang diakibatkan oleh harga bahan bakar minyak, beban transportasi dll. Terus Kondisi keuangan UMKM menjadi rapuh, maka rantai perekonomian akan terputus. Harga barang menjadi naik. Terjadi Peningkatan jumlah pengangguran. Dengan meningkatnya biaya operasi perusahaan, maka kemungkinan akan terjadi PHK.

            Itu semua jika kita melihat dari dampak kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi meskipun masih banyak dampak-dampak lain yang lebih berpengaruh, selanjutnya penulis akan sedikit membahas tentang rapat paripurna yang sudah dilaksanakan pada beberapa pekan lalu.
            Pada hari jum’at 30 Maret 2012 para anggota DPR melaksanakan sidang yang di pimpin oleh Marzuki Alie sebagai ketua DPR  memutuskan tentang naik atau tidaknya harga BBM bersubsidi. Namun sekali lagi sidang berjalan sangatlah alot dikarenakan adanya kontroversi dikalangan para anggota DPR. Pukul 16.00 WIB pimpinan sidang Marzuki Alie resmi mengetuk palu sebagai tanda sidang paripurna diskors untuk dilakukan lobi antarfraksi dan sidang baru dibuka tujuh jam kemudian. Pada saat sidang sedang berjalan Kericuhan terjadi saat Ketua DPR RI, Marzuki Alie akan memulai pemungutan suara tentang substansi pasal 7 ayat 6 RUU APBN Perubahan 2012. Beberapa fraksi ingin pasal tersebut tidak berubah, sehingga pemerintah tidak memiliki kesempatan menaikkan harga BBM. Sementara fraksi lain ingin ada penambahan ketentuan, yaitu pemerintah bisa menyesuaikan harga BBM jika harga rata-rata minyak mentah di Indonesia (ICP) naik atau turun hingga 15 persen dalam waktu enam bulan. Kericuhan berawal ketika beberapa anggota DPR meminta pemungutan suara tidak dilakukan dulu. Beberapa anggota DPR maju mendekati podium pimpinan rapat. Beberapa dari mereka terlibat adu pendapat. Sementara itu, di bagian lain terjadi kericuhan antara beberapa anggota DPR. Hal itu mengakibatkan seorang diarahkan keluar ruang rapat oleh petugas keamanan melalui belakang kursi pimpinan rapat. Kericuhan juga terjadi di bangku pengunjung sidang. Sejumlah pengunjung yang mengenakan jas warna kuning terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan. Beberapa saat kemudian, kondisi berangsur tenang, dan kericuhan tidak berlanjut. Sungguh sebuah tontonan yang tidak baik bagi ketaatan hukum dan peratutan negara ini. Sementara itu di luar gedung DPR banyak ribuan pendemonstrasi yang berasal dari beberapa kalangan, menunggu hasil rapat paripurna, pada saat sidang sedang berjalan tidak sedikit dari pendemonstrasi yang merusak dengan membabi butanya merusak fasilitas negara yang berada disekitar luar gedung DPR seperti tembok dan pagar seolah-olah orang yang merusak tersebut mengerti dengan kenaikan harga bahan bakar bersubsidi tersebut, lagi-lagi bukan tontonan yang baik yang ditunjukan massyarakat indonesai yang terkenal dengan ramahnya dan itupun tindakan yang cukup disayangkan, menunjukan kebrutalan warga indonesia saat ini.
            Pada sidang paripurna tanggal 30 Maret 2012 anggota DPR hanya membahas amandemen pasal 7 ayat 6 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2011 tentang APBN 2012 yang menyebutkan harga jual eceran bahan bakar minyak bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Namun pada kenyataannya rapat paripurna tersebut membahas penambahan Pasal 7 ayat 6 A, inilah yang menjadi kunci dari kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi tersebut, yang dimana pasal 7 ayat 6 A ini disebutkan "Dalam hal harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 5 persen dari harga minyak internasional yang diasumsikan dalam APBN-P Tahun Anggaran 2012, pemerintah berwenang untuk melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi dan kebijakan pendukung." dimana pemerintah memiliki wewenang melakukan penyesuaian harga yakni menaikkan ataupun menurunkan harga bahan bakar minyak bersubsidi Ini.  kuncinya, pasal ini jadi dasar bagi pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minya bersubsidi. Tanpa perangkat aturan ini, pemerintah tidak memiliki kewenangan penyesuaian harga. Dan dari rangakaian sidang yang telah di lakukan sebelumnya terdapat beberapa fraksi yang PRO dan Kontra dengan kenaikan harga BBM ini. diantaranya yaitu.
Partai yang menerima kenaikan BBM diantaranya.
  1. Fraksi PPP menginginkan kenaikan harga BBM dilakukan apabila harga minyak internasional 10% di atas asumsi harga.
  2. Fraksi Golkar menginginkan kenaikan harga BBM dilakukan apabila harga minyak internasional 15% di atas asumsi harga.
  3. Fraksi PAN menginginkan kenaikan harga BBM dilakukan apabila harga minyak internasional 15% di atas asumsi harga.
  4. Fraksi PKS menginginkan kenaikan harga BBM dilakukan apabila harga minyak internasional 20% di atas asumsi harga.
  5. Fraksi Demokrat menginginkan kenaikan harga BBM dilakukan apabila harga minyak internasional 5% di atas asumsi harga.

Di sisi lain ada juga partai yang menolak kenaikan BBM ini, diantaranya.
  1. Fraksi Hanura
  2. Fraksi Gerindra
  3. Fraksi PDI

LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK, PENYEBARAN PENDUDUK, ANGKATAN KERJA, SISTEM PENDIDIKAN, MATA PENCAHARIAN DI INDONESIA, INVESTASI DI INDONESIA



LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK

            Laju pertumbuhan penduduk dunia saat ini terus meningkat, bahkan telah mencapai angka 7 miliar lebih. Semakin bertambahnya jumlah penduduk saat ini, diperkirakan berdampak pada kualitas sumberdaya manusia (SDM) yang ada. Hal ini dikatakan  Kasi Adpin Badann Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN). Dapat dikatakan juga Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Misalnya pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun 1995 ke tahun 2000 adalah perubahan jumlah penduduk Indonesia dari tahun 1995 sampai 2000.
            Laju pertumbuhan penduduk sekarang terus meningkat dari tahun-ketahun. Karenanya, masyarakat dihimbau untuk ikut program KB, karena dengan ber-KB laju pertumbuhan penduduk bisa ditekan, dan dimana salah satu penyebab kualitas SDM menurun juga dipengaruhi laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Dimana jumlah pertumbuhan penduduk tanpa dibarengi dengan penghasilan yang cukup, kualitas SDM nya menurun. Tidak hanya itu, kualitas SDM atau menyangkut perilaku masyarakatnya juga akan berkurang atas kepedulian terhadap situasi dan kondisi ekonomi sekarang ini.
            Untuk mengurangi laju pertumbuhan laju pertumbuhan penduduk kabupaten/kota terus berperan aktip membantu mensukseskan program KB. Maka dengan demikian kualitas penduduk bisa meningkat jika mengikuti program KB. Tidak hanya itu, masyarakat juga harus lebih memahami dan mengutamakan pentingnya ber-KB. Dengan demikian, kualitas SDM nya akan sesuai standart jika warga ber-KB dan kehidupan ekonominya pun bisa normal.


PENYEBARAN PENDUDUK

            Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. penyebaran penduduk yang tidak merata juga menyebabkan berbagai masalah diantaranya, karena kurangnya SDM pada daerah yang jarang penduduknya, maka kekayaan SDA yang terkandung didalamnya menjadi kurang termanfaatkan, daerah yang padat penduduk terjadi kelebihan SDM, banyaknya pengangguran, permukiman kumuh, dan kemiskinan. Untuk mengatasi pemerataan persebaran penduduk yang tidak merata maka harus dilakukan dengan cara Transmigrasi atau dengan cara pembangunan industri di wilayah yang jarang penduduknya. Dengan transmigrasi akan terjadi keseimbangan penduduk di semua wilayah yang akan berdampak ke hal yang lebih positif seperti : terjadinya penyebaran penduduk, terciptanya lapangan pekerjaan, meningkatnya taraf hidup rakyat, terciptanya pengembangan kawasan baru, dan mengurangi angka kriminalitas.




ANGKATAN KERJA 
            Analisis angkatan kerja dalam kaitannya dengan kondisi perekonomian merupakan hal yang menarik untuk dilakukan karena tingkat dan pola partisipasi angkatan kerja cenderung bergantung pada ketersediaan kesempatan kerja dan perbedaan pada tuntutan memperoleh pendapatan antar kelompok penduduk. Misalnya, partisipasi perempuan dalam angkatan kerja cenderung berbeda antar kelompok umur, menurut status perkawinan dan perbedaan tingkat pendidikan. Jadi, dibandingkan dengan laki-laki, tingkat partisipasi perempuan cenderung lebih rendah, tidak hanya karena peran ganda mereka dalam rumahtangga di sebagian besar Negara berkembang, tetapi juga berkaitan dengan komitmen perempuan untuk berpartisipasi dalam angkatan kerja selama kehidupannya. Perempuan cenderung keluar dari pasar kerja ketika mereka memasuki masa perkawinan, melahirkan dan membesarkan anak, dan kemudian kemungkinan mereka akan kembali ke dunia kerja ketika anak-anak sudah cukup besar. Meningkatnya pencapaian tingkat pendidikan perempuan juga biasanya dikiuti oleh meningkatnya tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja. Selanjutnya perbedaan besaran angkatan kerja juga bervariasi antar desa dan kota yang salah satunya disebabkan adanya perbedaan kesempatan memperoleh pendapatan.
            Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya dalam tiga tahun terakhir (2006-2008) menunjukkan perkembangan yang semakin membaik. Peningkatan jumlah kesempatan kerja yang tercipta turut mendukung kondisi tersebut. Hal ini ditandai dengan peningkatan yang cukup signifikan pada kelompok penduduk yang termasuk kategori angkatan kerja. Menurut data Sakernas kondisi Agustus 2008, jumlah angkatan kerja mencapai 111,9 juta orang yang berarti naik 2,0 juta orang dibandingkan jumlah angkatan kerja Agustus 2007 sebesar 109,9 juta orang.


SISTEM PENDIDIKAN

            Pendidikan merupakan interaksi antara manusia dengan lingkungannya termasuk lingkungan alam dan lingkungan manusi. Di dalam intearksi tersebut manusia bukan hanya hasil interaksi dengan alamnya dan dengan sesama manusia,melainkan hasil pegembangan potensi manusia secara optimal sesuai dengan fitrahnya. Proses peningakatan kualitas sumber daya manusia memerlukan berbagai prasyarat di dalam pelaksanaannya, antara lain lingkungan kehidupan manusia hendaknya memberikan kesempatan kepada perkembangan peserta didik untuk berkembang sesuai dengan potensi yang ada padanya. Investasi pengembangan sumber daya manusia selalu berjangka panjang. Program pengembangan jangka panjang ini mempersiapkan manusia terdidik yang memiliki ilmu pengetahuan dan mempunyai kualitas yang tinggi, yaitu manusia yang berkaliber nasional dan internasional. Adanya gejala pengangguran manusia terdidik dewasa ini perlu mendapatkan perhatian serius. Misalnya, perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap isi dan arah kurikulum pendidikan yang tidak sejalan dengan kebutuhan pembangunan. Perlu pengembangan paradigma pendidikan yang memposisikan individu yang mandiri, pembelajar, dan mengupayakan pengembangan serta pemberdayaan potensi.

Investasi sumber daya manusia sebagai anggota masyarakat yang diperlukan adalah memiliki karakteristik sebagai berikut:

1.      Manusia yang berwatak, yaitu jujur dan memiliki social capital: dapat dipercaya, suka kerja keras, jujur, dan inovatif. Dengan istilah lain, manusia yang beretika dengan taat menjalankan ajaran agamanya;
2.      Cakap dan inteligen; inteligensi ini harus dikembangkan sesuai apa yang dimiliki oleh masing-masing individu;
3.      Entrepreneur (wiraswasta), sikap entrepreneur bukan hanya di bidang ekonomi dan bisnis tetapi juga unruk semua aspek kehidupan, karena kemampuan entrepreneur cenderung bersifat inovatif dan tidak terikat kepada sesuatu yang tetap, sehingga tidak mengenal istilah ”menganggur”;
4.      Kompetitif, sumber daya manusia yang diperlukan adalah yang memiliki kualitas kompetitif dalam kehidupan dunia terbuka untuk selalui menggapai nilai lebih dan meningkatkan kualitas produktifitas kerjanya. Sikap kompetitif harus sudah mulai ditumbuhkan sejak di dalam keluarga, dan juga setiap jenjang pendidikan formal.
MATA PENCAHARIAN DI INDONESIA

            Sebelum mengetahui macam-macam mata pencaharian, alangkah baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan mata pencaharian itu sendiri. “Mata pencaharian adalah segala kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan pendapatan guna memenuhi kebutuhan hidup manusia”. Di Indonesia sendiri, terdapat banyak mata pencaharian, disini penulis akan mengambil dari beberapa sudut pandang, karna semakin banyak sudut pandang kita terhadap suatu masalah, jelas pola pandang kita akan semakin netral dan objektif, lain halnya jika kita hanya memandang dari satu sudut pandang saja maka kita akan cenderung subjektif, untuk itu dalam menghadapi segala sesuatu, akan lebih bijaksana jika kita memandang dari berbagai sisi. Dibawah ini beberapa pencaharian di Indonesia yang diambil dari beberapa sisi :

1.        Pertanian
            Mata pencaharian sebagian besar penduduk Indonesia 70%, mengarah ke sektor bercocok tanam seperti pertanian dan perkebunan, karna tanah Indonesia yang sangat subur ,mendorong masyarakat Indonesia untuk mengelola dan memanfaatkan kekayaan alam itu untuk bercocok tanam dan menjadikannya sebagai mata pencaharian bagi mereka yang tinggal di dataran tinggi. Pertanian merupakan proses untuk menghasilkan bahan pangan, ternak serta produk-produk agroindustri dengan cara memanfaatkan sumber daya tumbuhan dan hewan.

2.        Perikanan
     sebagian besar penduduk Indonesia yang tinggal di dataran rendah (daerah pantai) mata pencaharian mereka mengarah ke sektor perikan. Namun secara geografi penyelenggaraan perikanan tidak hanya di laut, tapi di kolam, sungai, danau, sangat potensial juga karena iklim Indonesia yang basah dan curah hujan yang banyak. Perikanan air payau di tambak sangat mendukung karena Indonesia merupakan Negara kepulauan. Indonesia memiliki selat dan laut yang berada di antara pulau-pulau yang kaya akan perikanan laut.

3.        Pariwisata
     Di Indonesia sendiri terdapat banyak sekali tempat yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk berpariwisata, misalnya pulau Bali yang sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, jelas sekali disini massyarakat Bali memamfaatkan Pulau Bali ini menjadi mata pencaharian bagi massyarakat sekitar untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Dan lebih banyak lagi tempat pariwisata di indonesia yang tidak kalah menariknya dengan Bali.

4.        Perindustrian
     Di daerah perkotaan atau kota-kota besar dipandang lebih sebagai lahan sumber mata pencaharian, karna diperkotaan sangat berpotensi dengan mata pencaharian yang berhubungan dengan perindustrian, jika dilihat dari segi penghasilan diperkotaan penghasilan sangat tinggi dibandingkan di desa, karna mata pencaharian penduduk di perkotaan mengarah kepada sektor pembangunan, perindustrian, transportasi dan teknologi, Karena tingginya penghasilan didaerah perkotaan, menyebabkan masyarakat pedesaan tertarik untuk bekerja di perkotaan yang akhirnya mereka meninggalkan desanya untuk transmigrasi ke kota walaupun mereka berbekal pendidikan yang tidak cukup tinggi. Hal ini menyebabkan, terjadinya kepadatan penduduk di daerah perkotaan juga meningkatkan angka pengangguran di kota karena lahan pekerjaan yang terbatas.

5.        Pertambangan
            Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penggalian, pengolahan, pemanfaatan dan penjualan. Berdasarkan jenisnya pertambangan di bagi menjadi tiga yaitu: pertambangan organik, pertambangan logam, dan pertambangan non logam, namun dalam pertambangan di Indonesia masih mempunyai masalah yaitu kekurangan tenaga ahli dalam bidang pertambangan atau tidak adanya kesempatan tenaga ahli Indonesia menyebabkan banyak usaha-usaha pertambangan dikontrak pengusaha asing.

6.        Transfortasi dan Jasa
     Jasa merupakan usaha manusia untuk membantu manusia lainnya dalam mencapai atau melaksanakan sesuatu. Sementara itu, transportasi merupakan kegiatan pemindahan barang atau manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pencaharian penduduk dalam bidang ini pun sangat beragam. Bidang jasa dan transportasi terutama menjadi pilihan pencaharian masyarakat perkotaan. Beberapa contohnya antara lain adalah pekerjaan sebagai penerjemah, penyewaan barang, pengemudi, pilot, masinis, dan sebagainya.

7.        Perdagangan
     Perdagangan dilakukan untuk menyalurkan dan memasarkan barang jadi dari produsen pada konsumen. Perdagangan diperlukan karena adanya perbedaan jumlah barang atau komoditi tertentu antara suatu kawasan dengan kawasan lain. Berdasarkan besaran dan jenis barang, perdagangan dapat dikelompokkan menjadi perdagangan kecil, perdagangan menengah, dan perdagangan besar. Perdagangan kecil, kegiatannya berupa penyaluran barang langsung kepada pembeli (eceran). Perdagangan menengah kegiatannya berupa penyaluran barang dari pedagang besar pada pedagang kecil sehingga tidak melibatkan konsumen. Perdagangan besar kegiatan melibatkan produsen barang atau pemilik barang dalam jumlah besar dengan para pedagang menengah.

INVESTASI DI INDONESIA

            Pengertian investasi di dalam akuntansi meliputi semua penanaman dana perusahaan atau penyertaan perusahaan pada perusahaan lain, yang tidak ada hubungan lansung dengan operasi utama perusahaan. Pengertian ivestasi ini berbeda dengan pengertian investasi di dalam manajemen keuangan atau pembelanjaan yaitu investasi berarti penanaman modal atau dana pada berbagai jenis aktiva perusahaan. Dalam proses pembangunan di Indonesia investasi sangat penting karna dengan investasi negara ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, akan bisa lebih menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran, serta mengurangi kemiskinan.
           
            Untuk pembangunan di Negara ini kita bisa ber-investasi dibeberapa sektor seperti kesehatan, pendidikan, pembangunan infrasturktur umum, maupun telekomunikasi. Berikut adalah jenis-jenis investasi yang dapat anda pilih.
1.             Investasi Emas
                        Logam mulia atau emas 99,99% adalah salah satu logam berharga dan langka yang keberadaannya dapat diterima oleh kalangan umum. Sifatnya yang mudah dibentuk, membuat emas sering dipakai dalam pembuatan perhiasan. Emas juga merupakan alat investasi yang aman & menguntungkan
                        Dalam situasi yang tidak menentu, banyak orang yang beralih ke emas karena emas mempunyai nilai yang lebih stabil dan dianggap sebagai mata uang tanpa batasan asset yang penting & aman yang dapat diuangkan setiap saat dibutuhkan. Pergerakan nilai tukar US Dollar yang searah dengan emas, membuat investor emas mendapatkan keuntungan ganda bila harga emas naik. Investasi Tabungan
                        Investasi tabungan sama artinya dengan menabung, menyimpan dalam rekening tabungan dibank, ini dapat dikatakan tidak berinvestasi. Karena bunga deposito bank di Indonesia saat ini sangat rendah. Ditambah dengan adanya tingkat inflasi yang cukup tinggi,  maka nilai uang dalam tabungan atau deposito akan tidak berarti apa - apa dimasa yang akan datang. Tetapi investasi tabungan masi lebih baik dibandingkan dengan menyimpan uang dirumah. Menabung dibank tidak berarti tidak memperoleh keuntungan, karena dibank uang kita aman serta kita bisa menarik tabungan kapan saja ketika dibutuhkan.
2.             Investasi Asuransi
                        Asuransi pada dasarnya adalah sebuah sistem untuk merendahkan kehilangan finansial dengan menyalurkan risiko kehilangan dari seseorang atau badan ke lainnya atau produk keuangan yang memberikan proteksi financial. Sedangkan menjadi investasi menjadi fungsi tambahan sehingga tidak bisa investasi saja tanpa membeli investasi. Asuransi yang bisa dijadikan sarana investasi adalah
• Dwiguna, investasi yang sudah diberikan jaminan minimal memberikan keuntungan tertentu. Investasi ini sangat hati-hati sekali karena sudah diberikan jaminan, sehingga hasilnya cenderung lebih rendah.
• Unitlink, investasi ini cenderung lebih agresif sehingga hasilnya cenderung lebih tinggi, dan tentunya diimbangi dengan resiko naik turun nilainya.
3.             Investasi Reksadana
                        Reksadana lebih unggul dalam keragaman pilihanya, mulai dari yang berbasis, saham, obligasi atau pasar uang. Jadi pilihan investasi reksadana lebih banyak yang ditawarkan, investor tinggal memilih yang sesuai dengan keinginan dan juga resiko yang siap ditanggungnya.
4.             Investasi Saham Obligasi
                        Obligasi yang diterbitkan oleh Negara menarik untuk diambil, karena bungannya lebih tinggi dari pada deposito. Namun deposito yang diterbitkan oleh koorporasi harus diwaspadai karena tingkat keamanannya patut diwaspadai.


5.             Investasi Tanah dan Bangunan
                        Investasi ini digolongkan sebagai investasi jangka panjang, dimana harga tanah dan bangunan semakin lama semakin melambung tinggi.

Sumber :
Buku Elektronik Ilmu pengetahuan sosial SMP/MTS Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008
http://virasabila.webnode.com
www.wealthindonesia.com







PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN INDONESIA (1986-2011)










BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
            Penduduk Indonesia adalah mereka yang tinggal di Indonesia pada saat dilakukan sensus dalam kurun waktu minimal 6 bulan. Masalah kependudukan merupakan masalah umum yang dimiliki oleh setiap negara di dunia ini. Secara umum, masalah kependudukan di berbagai negara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dalam hal kuantitas/jumlah penduduk dan kualitas penduduknya. Data tentang kualitas dan kuantitas penduduk tersebut dapat diketahui melalui beberapa cara, diantaranya melalui metode sensus, registrasi, dan survei penduduk.
            Masalah penduduk sebenarnya sangat kompleks, banyak sekali aspek yang mencakup  didalamnya, diantara aspek pangan, pemukiman, sandang, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Lalu, apa saja konsekuensi yang mesti diterima oleh negara–negara yang sedang berkembang dengan laju pertumbuhan penduduk yang demikian cepat itu?
Diantara beberapa konsekuensi tersebut, ada tiga hal yang perlu dicatat yaitu :
1.             Jumlah angkatan kerja bertambah dengan cepat siiring dengan cepatnya laju pertumbuhan penduduk.
2.             Rendahnya kemampuan negara-negara yang sedang berkembang untuk menciptakan kesempatan kerja tambahan.
3.             Semakin menurunya daya dukung lingkungan terhadap kualitas kehidupan.

Masalah–masalah lanjutan yang muncul kemudian adalah angka pengangguran semakin meningkat, urbanisasi, migrasi makin menjadi–jadi, dan last but not least, angka kejahatan dengan berbagai bentuk juga meningkat.
Masalah kependudukan yang dihadapi NSB (Negara Sedang Berkembang) dewasa ini lebih rumit daripada masa sebelum perang dunia kedua. Tingkat pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi secara langsung telah menimbulkan masalah bagi NSB dalam upaya mereka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, Tingkat pertumbuhan penduduk yang semakin cepat di NSB menyebabkan proporsi penduduk yang belum dewasa menjadi bertambah tinggi dan jumlah anggota keluarga bertambah besar.
BAB II

A.           Perkembangan Kependudukan
            Perkembangan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan penduduk adalah faktor non alami. Migrasi ada dua yaitu migrasi masuk yang artinya menambah jumlah penduduk sedangkan migrasi keluar adalah mengurangi jumlah penduduk. Migrasi itu biasa terjadi karena pada tempat orang itu tinggal kurang ada fasilitas yang memadai.
                        Dalam demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat. NPP hanya merujuk pada perubahan populasi pada periode waktu unit, sering diartikan sebagai prensesntase jumlah individu dalam populasi ketika dimulainya periode. Ini dapat dituliskan dalam rumus : P = Poekt . cara yang paling umum untuk menghitung pertumbuhan penduduk adalah rasio, bukan nilai. Perubahan populasi pada periode waktu unit dihitung sebagai presentase populasi ketika dimulainya periode.
            Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Pendidikan, tiga alasan mengapa pertumbuhan penduduk yang tinggi akan menghambat pembangunan. Meningkatkan konsumsi saat ini dan investasi yang dibutuhkan untuk membuat konsumsi dimasa yang akan datang. Rendahnya sumber daya perkapita akan menyebabkan penduduk tumbuh lebih cepat yang pada gilirannya membuat investasi dalam kualitas manusia semakin sulit. Fakta menunjukkan aspek kunci dalam pembangunan adalah penduduk yang semakin terampil dan berpendidikan. Di banyak negara dimana penduduknya masih amat bergantung dengan sektor pertanian, pertumbuhan penduduk mengancam keseimbangan sumberdaya alam karena pertumbuhan penduduk memperlambat perpindahan penduduk dari struktur pertanian modern dan pekerja modern lainnya. Pertumbuhan penduduk yang cepat membuat semakin sulit melakukan perubahan yang dibutuhkan untuk meningkatkan perubahan ekonomi dan sosial. Secara nasional, laju pertumbuhan penduduk relatif masih cepat walaupun ada kecenderungan menurun.
            Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang berkaitan dengan Lingkungan hidup. Penduduk tidak akan jauh dengan masalah kesehatan atau penyakit yang melanda penduduk tersebut,dikarenakan lingkungan yang kurang terawat ataupun pemukiman yang kumuh, seperti limbah pabrik, selokan yang tidak terawat yang menyebabkan segala penyakit akan melanda para penghuni wilayah tersebut yang mengakibatkan kematian dan terjadi pengurangan jumlah penduduk. Untuk menjamin kesehatan bagi semua orang di lingkunan yang sehat, perlu jauh lebih banyak daripada hanya penggunaan teknologi medikal, atau usaha sendiri dalam semua sektor kesehatan.
            Pertumbuhan Penduduk dan Kelaparan Jumlah penduduk disuatu wilayah saat ini sangat mencemaskan selain bertambahnya jumlah penduduk maka semakin sempit pula bagi mereka yang untuk mendapatkan lapangan pekerjaan ataupun untuk mencari mata pencarian mereka untuk menjalani kebutuhan hidup, karena dapat menimbulkan angka kelaparan di bangsa ini akan bertambah yang disebabkan masalah tadi seperti sulitnya untuk berusaha mendapatkan kerja untuk mencukupi kebutuhan hidup karena semakin padatnya penduduk maka semakin sempit pula peluang mereka untuk mendapatkan kebutuhan yang mereka inginkan. Maka dari itu semoga pemerintah bisa lebih tegas lagi untuk menjalankan program tersebut di antaranya mencegah orang untuk bermigrasi, karena dengan migrasi banyak orang yang menganggur dan menyusahkan pemerintah untuk menyensus selain itu para migrasi yang tidak bekerja hanya menjadi pengemis jalanan yang menyebabkan kepadatan penduduk yang sia – sia dan menyebabkan banyak orang yang kelaparan yang bisa mengakibatkan kematian.
            Negara Indonesia merupakan negara yang besar dan beraneka ragam etnis serta budaya. Kemajuan negara sesungguhnya tergantung kepada tingkat pendidikan di Negara tersebut, kualitas serta mutu pendidikan yang tingi dapat menjadi jaminan untuk kemajuan dan kesejahteraan negara. Di tengah pertambahan jumlah penduduk yang semakin tidak terkontrol membuat peningkatan kualitas di dunia pendidikan merupakan pilihan yang harus dikedepankan. Perombakan sistem ketransmigrasian juga akan mendukung pemerataan penduduk. Jadi, peningkatan kualitas Pendidikan dan keefektifan pola transmigrasi dapat memperbaiki kuterpurukan dalam mengurus kepadatan penduduk yang semakin hari kian membludak.
            Pertumbuhan penduduk dipengaruhi Tingkat pendidikan, Penyakit yang Berkaitan dengan Lingkungan Hidup, Kelaparan, Kemiskinan dan Keterbelakangan. Maka kita harus bisa memperbaiki semua masalah itu, dan mulai mencari jalan keluar yang terbaik agar semua permasalahan dinegara kita bisa terselesaikan. Dan massyarakatnya pun bisa hidup dengan sejahtera, karena tidak dipungkiri bahwa Indonesia merupakan Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam. Jadi tidak masuk akal.
            Yang mendasari perkembangan penduduk di Indonesia adalah banyaknya massyarakat yang menikahkan anaknya yang masih muda. Dan gagalnya program keluarga berencana yang di usung oleh pemerintah untuk menekan jumlah penduduk. Karena faktor–faktor tersebut tidak berjalan dengan semestinya, maka penduduk Indonesia tidak terkendali dalam perkembangannya. Seharusnya dengan dua orang anak cukup, maka ini lebih dari dua orang dalam setiap suami istri. Karena perkembangan penduduk yang sangat tidak terkendali, maka banyak terjadinya kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, gelandangan, anak jalanan, dan sebagainya. Dan masalah permukiman yang tidak efisien lagi. Banyaknya rumah yang lingkungannya kumuh dapat menyebabkan berbagaimacam penyakit. Oleh sebab itu, 50% penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan pendidikan.
                        Ketika pertumbuhan pendududk dapat melewati kapasitas muat suatu masalah atau lingkunganhasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk. Gangguan dalam populasi manusia dapat menyebabkan maslaha seperti polusi dan kemacetan lalu lintas, meskipundapat ditutup peubahan teknologi dan ekonomi. Wilayah tersebut dapat dianggap “kurang penduduk” bila populasi tidak cukup besar untuk mengelola sebuah sistem ekonomi. Saat ini percepatan pertumbuhan penduduk mencapai 1.3 % per tahun. Ini sudah mencapai titik yang membahayakan dan harus segera ditekan dengan penggalakan program Keluarga Berencana (KB). Jika mengatasi upaya laju pertumbuhan penduduk ini tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, maka mustahil sasaran perbaikan kesejahteraan rakyat dapat tercapai. Oleh karena itu kita memerlukan terobosan-terobosan baru untuk menegndalikan pertumbuhan penduduk melalui program-program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah, seperti KB.
B.            Penyebaran Kependudukan
                        Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Penyebaran kependuduk di suatu wilayah dipengaruhi oleh tiga komponen yaitu:
1.      Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyatadari seorang wanita atau sekelompok wanita
2.      Mortalitas atau kematian adalah peristiwa menghilangnya semua tanda-tandakehidupan secara permanen yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup.
3.      Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap di suatutempat ke tempat lain melampui batas politik/negara ataupun batas administratifatau
                        Meskipun masalah kependudukan telah lama diperbincangkan di kalangan masyarakat, namun baru di sekitar abad ke–18 banyak diantaranya yang mulai menganalisis masalah kependudukan secara sitematis. Meskipun banyak para ahli yang menulis tentang masalah kependudukan di dunia, akan tetapi diantara tokoh-tokoh yang dianggap pakar ilmu kependudukan klasik adalah Thomas Malthus dan Karl Marx, sedangkan untuk generasi berikutnya yang paling menonjol adalah Warren Thompson dengan teori demografi transisinya. Di Indonesia sendiri dalam penyebaran kependudukannya kurang merata yang mengakibatkan terjadinya kepadatan, kepadatan ini bisa dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
1.        Kepadatan penduduk aritmatik sangat mudah dalam perhitungannya. Data kepadatan penduduk aritmatik sangat bermanfaat. Contohnya adalah dengan diketahui tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah, maka dapat digunakan untuk perencanaan penyediaan fasilitas sosial. Jika pada suatu daerah memiliki kepadatan penduduk aritmatik yang rendah, maka penyediaan fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dapat digabung dengan daerah yang berdekatan.
2.       

Peta Persebaran Penduduk Indonesia
 
Kepadatan penduduk Indonesia antara pulau yang satu dan pulau yang lain tidak seimbang. Selain itu, kepadatan penduduk antara provinsi yang satu dengan provinsi yang lain juga tidak seimbang. Hal ini disebabkan karena persebaran penduduk tidak merata. Sebagian besar penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa dan Madura. Padahal, luas wilayah pulau Jawa dan Madura hanya sebagian kecil dari luas wilayah negara Indonesia. Akibatnya, pulau Jawa dan Madura memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, sedangkan di daerah-daerah lain tingkat penduduknya rendah. Provinsi yang paling padat penduduknya adalah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Kepadatan penduduk erat kaitannya dengan kemampuan wilayah dalam mendukung kehidupan penduduknya. Daya dukung lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia tidak sama. Daya dukung lingkungan pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan dengan pulau-pulau lain, sehingga setiap satuan luas di Pulau Jawa dapat mendukung kehidupan yang lebih tinggi dibandingkan dengan, misalnya di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Sumatra. Kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kehidupan itu ada batasnya. Apabila kemampuan wilayah dalam mendukung lingkungan terlampau, dapat berakibat pada terjadinya tekanan=tekanan penduduk. Jadi, meskipun di Jawa daya dukung lingkungannya tinggi, namun juga perlu diingat batas kemampuan wilayah ter sebut dalam mendukung kehidupan
Adapun faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya persebaran penduduk :
1.      Kesuburan tanah, daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk, karena dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.

2.      Iklim, wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal
3.      Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar
4.      Sumber air
5.      Perhubangan atau transportasi

C.           Laju Pertumbuhan Penduduk
                        Nampaknya sukar untuk mengetahui secara tepat kapan munculnya makhluk yang disebut homo sapiens (manusia) di dunia ini. para ahli memperkirakan pada sekitar 35.0000 tahun yang lalu. Waktunya mungkin tidak dipermasalahkan akan tetapi yang lebih jelas angka pertambahan pendudukannya sangat lambat. Untuk mengetahui laju pertumbuhan penduduk didunia. Perhatikan tabel dibawah ini.


 
                        
                        Dari tabel diatas dapat disimpulkan istilah population explotion yang menggambarkan betapa hebatnya angka pertumbuhan penduduk dunia dewasa ini sehingga seperti ledakan bom yang dahsyat.
                        Laju pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2000-2010 sebesar 1,48 persen pertahun. Artinya bahwa setiap tahunnya antara tahun 2000 sampai 2010 jumlah penduduk Indoneisa bertambah sebesar 1,48 persennya. Dengan jumlah penduduk sebesar 237,6 juta jiwa tersebut, membuat Indonesia tetap bercokol sebagai negara berpenduduk terbanyak setelah RRC, India dan Amerika Serikat.
                        Semakin banyak pertumbuhan penduduk di Indonesia namun tak sejalan dengan pertumbuhan pembangunan di Indonesia sendiri. Sehingga menambah tingkat kemiskinan di Indonesia. Seharusnya pemerintah menyeimbangi tingkat pertumbuhan penduduknya dengan pertumbuhan pembangunan itu sendiri. Sehingga tingkat kemiskinan di Indonesia paling tidak sedikit dapat teratasi.
                        Semoga pemerintah kita dapat semakin konsen untuk memikirkan nasib penduduk nya khususnya warga miskin, yang segala pelayanan kesehatan atau umum lainnya dapat dirasakan seluruh penduduk di Negara Indonesia ini.
D.           Sensus Kependudukan
                        Sensus penduduk (cacah jiwa) adalah pengumpulan, pengolahan, penyajian dan penyebarluasan data kependudukan. Jumlah penduduk ditentukan oleh :
1.        Angka kelahiran
            Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas) .
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro-natalitas) antara lain :
a.         Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keuarga akan malu.
b.        Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
c.         Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
d.        Anak menjadi kebanggan bagi orang tua.
e.         Anngapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
            Faktor pro-natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar. Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti-natalitas), antara lain :
a.       Adanya program Keluarga Berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
b.      Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal 19 tahun.
c.       Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
d.      Adanya pembatasan tunjangan untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke-2.
e.       Penundaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
2.        Angka kematian
            Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk. Banyaknya angka kematian sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung kematian (pro-mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti-mortalitas).
a.         Faktor pendukung kematian ( pro-mortalitas )
                        Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah :
®      Sarana kesehatan yang kurang memadai
®      Rendahnya kesadaran massyarakat terhadap kesehatan
®      Terjadinya berbagai bencana alam
®      Terjadinya peperangan
®      Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
®      Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.

b.        Faktor penghambat kematian ( anti-mortalitas )
                        Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah :
®    Lingkungan hidup sehat
®    Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap
®    Ajaran agam melarang bunuh diri dan membunuh orang lain
®    Tingkat kesehatan massyarakat tinggi
®    Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk

3.        Perpindahan penduduk
            Migrasi ada dua, migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk disebut migrasi masuk ( imigrasi ), dan yang dapat mengurangi jumlah penduduk disebut migrasi keluar (emigrasi).

                        Berdasarkan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 237,6 juta jiwa atau bertambah 32,5 juta jiwa sejak tahun 2000. Artinya, setiap tahun selama periode 1990-2000, jumlah penduduk bertambah 3,25 juta jiwa. Jika di alokasikan ke setiap bulan maka setiap bulannya penduduk Indonesia bertambah sebanyak 270.833 jiwa atau sebesar 0,27 juta jiwa.
E.            Ketenagakerjaan Indonesia
                        Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun unTeks miringtuk masyarakat. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. Menurut pengertian ini, setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. Ada banyak pendapat mengenai usia dari para tenaga kerja ini, ada yang menyebutkan di atas 17 tahun ada pula yang menyebutkan di atas 20 tahun, bahkan ada yang menyebutkan di atas 7 tahun karena anak-anak jalanan sudah termasuk tenaga kerja. Di Indonesia ketenagakerjaan di bagi menjadi beberapa klasifikasi berdasarkan :

1.        Berdasarkan Penduduknya
a.         Tenaga Kerja
                        Tenaga kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika tidak ada permintaan kerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja, mereka yang dikelompokkan sebagai tenaga kerja yaitu mereka yang berusia antara 15 tahun sampai dengan 64 tahun.

b.        Bukan Tenaga Kerja
                        Bukan tenaga kerja adalah mereka yang dianggap tidak mampu dan tidak mau bekerja, meskipun ada permintaan bekerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003, mereka adalah penduduk di luar usia, yaitu mereka yang berusia di bawah 15 tahun dan berusia di atas 64 tahun. Contoh kelompok ini adalah para pensiunan, para lansia (lanjut usia) dan anak-anak.

2.        Berdasarkan Batas Kerja
a.         Angaktan Kerja
                        Angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja, maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan.
b.        Bukan Angkatan Kerja
                        Bukan angkatan kerja adalah mereka yang berumur 10 tahun ke atas yang kegiatannya hanya bersekolah, mengurus rumah tangga dan sebagainya. Contoh kelompok ini adalah: anak sekolah dan mahasiswa, para ibu rumah tangga, orang cacat, dan para pengangguran sukarela.

3.        Berdasarkan Kualitasnya
a.         Tenaga Kerja Terdidik
                        Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki suatu keahlian atau kemahiran dalam bidang tertentu dengan cara sekolah atau pendidikan formal dan nonformal. Contohnya: pengacara, dokter, guru, dan lain-lain.
b.        Tenaga Kerja Terampil
                        Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerjayang memiliki keahlian dalam bidang tertentudengan melalui pengalaman kerja. Tenaga kerja terampil ini dibutuhkan latihan secara berulang-ulang sehingga mampu menguasai pekerjaan tersebut. Contohnya: apoteker, ahli bedah, mekanik, dan lain-lain.
c.         Tenaga Kerja tidak Terdidik
                        Tenaga kerja tidak terdidik adalah tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh: kuli, buruh angkut, pembantu rumah tangga, dan sebagainya.

                        Di Indonesia pun terdapat permasalahan yang berhubungan dengan ketenagakerjaan, berikut ini beberapa permasalahan ketenagakerjaan Indonesia :
1.        Rendahnya kualitas tenaga kerja
            Kualitas tenaga kerja dalam suatu negara dapat ditentukan denganmelihat tingkat pendidikan negara tersebut. Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia, tingkat pendidikannya masih rendah. Hal ini menyebabkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi rendah. Minimnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan rendahnya produktivitas tenaga kerja, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadaprendahnya kualitas hasil produksi barang dan jasa.
2.        Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja
            Meningkatnya jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi oleh perluasan lapangan kerja akan membawa beban tersendiri bagi perekonomian. Angkatan kerja yang tidak tertampung dalam lapangan kerja akan menyebabkan pengangguran. Padahal harapan pemerintah, semakin banyaknya jumlah angkatan kerja bisa menjadi pendorong pembangunan ekonomi.
3.        Persebaran tenaga kerja yang tidak merata
            Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia berada di Pulau Jawa. Sementara di daerah lain masih kekurangan tenaga kerja, terutama untuk sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.Dengan demikian di Pulau Jawa banyak terjadi pengangguran, sementara di daerah lain masih banyak sumber daya alam yang belum dikelola secara maksimal.
4.        Pengangguran
            Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia banyak mengakibatkan industri di Indonesia mengalami gulung tikar. Akibatnya, banyak pula tenaga kerja yang berhenti bekerja. Selain itu, banyaknya perusahaan yang gulung tikar mengakibatkan semakin sempitnya lapangan kerja yang ada. Di sisi lain jumlah angkatan kerja terus meningkat. Dengan demikian pengangguran akan semakin banyak.




DAFTAR PUSTAKA

http://www.slideshare.net/hannitaandriani/perkembangan-penduduk-indonesia-10441186
http://kepadatan2000av.blogspot.com/

Sensus Penduduk 1971, 1980, 1990, 2000 dan Sensus Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995